Artikel Terbaru :

18 Des 2012

Sambangi KPK, Fraksi PKS Tegaskan Dukungan Pemberantasan Korupsi



Jakarta - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bersama Sekretaris Fraksi Abdul Hakim dan anggota Komisi III DPR RI Indra, Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid mendatangi Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan. "Kami datang untuk menyatakan dukungan kepada KPK," kata Hidayat, Senin(10/12) di kantor KPK.
Hidayat mengatakan bahwa bentuk dukungan PKS kepada KPK adalah F-PKS menolak revisi UU KPK. Bahkan Hidayat menegaskan F-PKS mendorong agar RUU KPK yang baru dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI. Dengan demikian, sambung Hidayat, KPK tidak perlu khawatir lagi akan adanya isu revisi UU KPK. "Selain itu kami juga mendorong agar KPK segera punya penyidik independen. Dengan adanya penyidik independen, KPK tidak perlu tergantung lagi dengan institusi lain terkait penyidik, sehingga kinerja KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi bisa maksimal," tutur Hidayat.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga mengkritisi model dan warna baju tahanan KPK. Menurut dia, model dan warna baju tahanan KPK saat ini terlalu mewah, modis, dan tidak mencerminkan sebagai tahanan kasus korupsi.
Dijelaskan Hidayat, model baju tahanan KPK seharusnya tidak lengan panjang, bahkan bila perlu cukup rompi. Sedangkan untuk warnanya, menurut Hidayat, warna putih tidak mencerminkan seorang koruptor. Warna putih lanjut Hidayat, adalah simbol untuk kesucian, bersih, sedangkan koruptor tentu bukanlah orang yang bersih. "Jika memang ingin ada warna putih, cukup kerahnya saja. Hal ini dikarenakan korupsi sering dikatakan sebagai 'kejahatan kerah putih', selebihnya bisa warna hitam," jelas Hidayat.
Menurut dia, model dan warna baju tahanan KPK harus bisa mampu membuat efek jera bagi para koruptor. Karena itu, lanjut Hidayat, perlu ada tulisan besar 'Tahanan KPK' di bagian depan dan belakang baju. "Tapi kami hanya mengusulkan, tidak bisa mengintervensi. Selanjutnya terserah kepada KPK," kata Hidayat sambil tersenyum.
Terakhir, kedatangan F-PKS ke KPK adalah untuk menyerahkan sejumlah Al-Quran kepada pimpinan KPK. Hidayat menjelaskan bahwa penyerahan Al-Quran itu sebagai simbol bahwa KPK harus berani dan tidak takut dalam melakukan pemberantasan korupsi. Al-Quran, lanjut Hidayat juga sebagai simbol kitab suci pemberantasan korupsi seorang muslim. "Kebetulan semua pimpinan KPK muslim, dan Al-Quran adalah kitab suci pemberantasan korupsi bagi seorang muslim," tandas Hidayat.
Kedatangan F-PKS itu disambut pimpinan KPK Andan Pandu Praja. Pandu juga didampingi Deputi Pencegaha KPK Iswan Elmi dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Dedie A Rachim beserta sejumlah staf KPK. "Kami sangat berterimakasih atas dukungan Fraksi PKS. Dukungan ini sangat berarti bagi KPK, apalagi datangnya dukungan dari parlemen," kata Pandu.
Sumber: http://www.pks.or.id/content/sambangi-kpk-fraksi-pks-tegaskan-dukungan-pemberantasan-korupsi
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.