Artikel Terbaru :

28 Jan 2013

PKS Gelar Training for Trainer Tentang Perlindungan Keluarga


Bidang Perempuan (Bidpuan) PKS tetap fokus dan komitmen pada upaya pengokohan keluarga Indonesia. Berbagai program kerja Perempuan PKS selalu diarahkan pada upaya memperkuat basis rumah tangga masyarakat di Indonesia. Salah satunya, Gerakan Keluarga Berkualitas (GKB) adalah strategi Perempuan PKS untuk menjaga dan meningkatkan kualitas keluarga Indonesia sehingga mampu menjadi pilar dan batu bata pertama kokohnya peradaban bangsa Indonesia. Secara massif, GKB akan diimplementasikan ke 33 Provinsi di Indonesia. Sebelumnya, Bidang Perempuan PKS di 33 Provinsi di Indonesia juga telah menginisiasi dan mengembangkan Rumah Keluarga Indonesia (RKI), sebagai bagian dari GKB. Tercatat, lebih dari 400 titik RKI di seluruh Nusantara. Untuk semakin mensukseskan GKB tersebut, Bidang Perempuan DPP PKS menyelenggarakan Training for Trainer (TFT) Perlindungan Keluarga, di Lembang, 25 – 27 Januari 2013. TFT ini dihadiri oleh 120 kader perempuan PKS.
“TFT Perlindungan Keluarga ini diberikan kepada kader-kader perempuan PKS yang telah lama berinteraksi intens dengan masyarakat. Tujuan TFT ini adalah untuk menguatkan konsep Gerakan Keluarga Berkualitas, meningkatkan kemampuan mengimplementasikan secara massif, dan membentuk tim pelatihan khusus”, jelas Dr, Anis Byarwati, M.Si, Ketua Bidang Perempuan DPP PKS.
Lebih lanjut, Anis mengatakan bahwa substansi perlindungan keluarga adalah hal yang sangat penting dan merupakan kebutuhan. Era globalisasi saat ini tak dipungkiri berdampak pada munculnya tantangan  besar pada kekokohan keluarga. Kondisi lain adalah tak sedikit  anak dibawah usia 18 tahun yang melakukan tindakan kriminal dan mereka hanya dikenakan hukuman sebagaimana anak-anak, padahal perkembangan fisik mereka sudah sebagaimana layaknya orang dewasa. “Bagi kami, definisi anak tidak dibatasi oleh usia, namun dibatasi apakah anak tersebut sudah baligh atau tidak." beliau menjelaskan.
"Ketika anak sudah baligh, maka ia sudah bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Baligh bagi anak laki-laki ditentukan dengan didapatkannya mimpi “basah”, dan baligh bagi anak perempuan ditentukan dengan datangnya menstruasi”, tegas Anis. Oleh karena itu, lanjut Anis, masyarakat dan negara harus melindungi keluarga, termasuk didalamnya anak-anak, dari berbagai hal yang merusak ikatan suci didalamnya.
TFT Perlindungan Keluarga ini, direncanakan akan diisi pula dengan arahan dari Presiden PKS, Ustadz Luthfi Hassan Ishaq, MA dan Ustadz Hilmi Aminuddin, Lc, Ketua Majlis Syuro PKS. Arahan dua pimpinin tertinggi PKS ini akan semakin memberikan gambaran utuh  terhadap komitmen PKS untuk menguatkan, mengokohkan, dan menjadikan keluarga sebagai isu penting di setiap pemikiran dan kebijakan daerah, provinsi, dan negara.
Dengan demikian, setiap peserta akan memiliki semangat juang yang sama untuk bergerak mensukseskan GKB. Melalui GKB, Perempuan PKS yakin, bangsa Indonesia akan lebih kokoh dan memiliki daya saing handal di dunia internasional.
Sumber: pks.or.id
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.