Artikel Terbaru :

7 Feb 2013

Tenaga Kerja Pertanian Masih Minim, Kementan Gandeng Anggota TNI


"Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, kita bekerjasama dengan TNI. Karena di lapangan banyak sekali kendala soal tenaga kerja," kata Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menjadi pembicara pada kegiatan Rapat Koordinasi Teritorial TNI Tahun Anggaran 2013 di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/2/2013).
Menurut Mentan, saat ini tenaga kerja di lapangan untuk bidang pertanian cukup sulit ditemukan dan biayanya mahal sehingga dapat mengganggu program ketahanan pangan yang gencar dilakukan pemerintah.
Untuk itu, Kementerian Pertanian menggandeng TNI untuk membantu berbagai kendala mewujudkan ketahanan pangan diantaranya masalah tenaga kerja tersebut. Selain bantuan tenaga kerja, anggota TNI akan dilatih untuk bisa memanfaatkan peralatan pertanian guna mengolah lahan. 
Sementara itu, secara teknis bantuan tenaga kerja dari TNI akan dikoordinasikan berdasarkan wilayah teritorial.  "Nanti ada Dandim (Komandan Kodim), ada Babinsa (Bintara Pembina Desa), dan ada yang lain. Nanti Babinsa itu langsung bertemu dengan para penyuluh. Selain itu, para anggota TNI pun dapat ditugaskan sebagai pengawas lapangan dan operator teknis di pertanian, termasuk dengan penggunaan teknologi. Nanti ada pelatihan dari TNI untuk mengoperasikan teknologi itu," jelas Mentan.
Sebagaimana diketahui, Untuk mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian bersama Tentara Nasional Indonesia telah sepakat melakukan kerjasama tentang program pembangunan pertanian yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan MoU tersebut dilaksanakan oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA dan Panglima TNI Agus Suhartono pada tahun 2012.
(http://www.deptan.go.id)
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.