Artikel Terbaru :

Topik Pilihan

Diberdayakan oleh Blogger.

Kiprah PKS

Umum

Kajian

3 Agu 2020

Aleg PKS Rayakan Idul Adha Bersama Muslim Papua



Sorong-- Seluruh umat Islam di Kota Sorong tengah merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban tahun 1441 H. Salah satunya adalah warga muslim asli Papua Suku Kokoda yang bermukim di Km 10 Sorong.

Hari Raya Kurban kali ini, mereka menyembelih satu ekor sapi yang berasal dari para donatur.

Hadir dalam acara pemotongan hewan kurban tersebut, Syaiful Maliki Arief. Salah satu Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Daerah Pemilihan Kota Sorong.

"Hewan kurban ini berasal dari para pekurban dari luar Sorong. Mereka ingin berbagi bersama warga Muslim Kokoda yang menitipkan qurbannya melalui kami, " terang Syaiful saat ditemui media.

Meski diguyur hujan lebat, pemotongan dan pembagian hewan kurban tetap dilaksanakan dengan penuh kebahagiaan. Hal itu terlihat dari senyum dan kelakar warga saat pemotongan.

Syaiful menyebutkan ada 75 paket yang dibagi kepada para pekurban dan warga yang berisi daging, tulang, dan jeroan. "Ada 75 paket seluruhnya. Dibagi sepertiga bagian untuk para pekurban. Yang lainnya dibagi ke warga," lanjutnya.

Pemotongan dan pembagian hewan kurban ini rutin dilaksanakan setiap tahun di komplek Kokoda Km 10 ini. Yang membuat berbeda, kurban kali ini lebih terasa mengharukan, karena hampir  seluruh warga di kompleks ini terdampak ekonomi akibat wabah korona.

Ia pun berharap, semua umat muslim dapat merayakan dan merasakan kebahagiaan berkurban meski di tengah pandemi. "Meski di tengah pandemi, tentunya semua punya hak untuk merasakan kebahagiaan hari raya idul adha ini," pungkasnya. [Ay]

30 Jul 2020

Persiapan Shalat Id, Aleg PKS Donasi Thermo Gun



MANOKWARI- Aleg PKS DPRD Papua Barat, H. Mugiyono didampingi Aleg PKS DPRD Kabupaten Manokwari, Masrawi Ariyanto, secara simbolis menyerahkan bantuan masker dan thermo gun kepada perwakilan RT dan DKM Mesjid Maduraja, Manokwari Barat.

Kegiatan ini dilakukan pada Kamis, 30 Juli 2020 di kediaman salah satu pengurus DKM setempat.

Dalam sambutannya H. Mugiyono menyampaikan bahwa pelonggaran pelaksanaan Shalat Idul Adha di tengah pandemi COVID-19 harus diiringi dengan kewaspadaan kita bersama. "Sekalipun besok kita akan melaksanakan Shalat id namun kita patut waspada dengan penyebaran virus korona di sekitar kita. Apalagi pertambahan jumlah pasien suspek dan positif di Manokwari belum melambat," ujarnya saat menyerahkan bantuan.

Beliau berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi resiko penyebaran virus korona di tengah keramaian masyarakat yang hadir besok. "Kami menghimbau agar masyarakat yang datang ke lokasi shalat id telah menerapkan protokol kesehatan. Seperti berwudhu dan membersihkan diri di rumah, membawa alat shalat sendiri dan mengenakan masker. Bagi yang tidak sehat mohon tetap di rumah saja," tambahnya.

Haji Dariyanto selalu Ketua RT dan pengurus DKM mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh PKS. Ia berjanji akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk mengoptimalkan peran panitia shalat id dan panitia qurban mengurangi resiko penyebaran virus korona di wilayahnya. (Feb)

27 Jul 2020

Bagikan 665 paket bantuan banjir, La Ode Samsir: Ini Tanggung Jawab Moril Saya


Sorong -- Sebanyak 665 paket bantuan berupa bahan makanan pokok dibagikan La Ode Samsir, Anggota DPRD Kota Sorong, kepada warga korban banjir (26/7).

Anggota legislatif yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera Kota Sorong, merasa bahwa ia memiliki tanggung jawab secara moril untuk meringankan beban warga.
"Ini tanggung jawab moril bagi saya. Di tengah pandemi, ujian banjir juga menimpa saudara-saudara kita," ujar pemuda yang duduk di Komisi 3 DPRD Kota Sorong ini.

Bantuan untuk korban banjir dibagikan di beberapa wilayah, diantaranya Kampung Pisang, Kampung Buton, Warga Jalan Nuri, Kompleks Kokoda Viktori.

Ia menyadari bahwa bantuan tersebut masih belum bisa menjangkau warga terdampak banjir. Meski demikian ia berharap, bantuan tersebut dapat menjadi penghibur dan meringankan beban warga.
"Apa yang saya lakukan belum dapat menyentuh semua warga terdampak. Hanya saja, sy berharap semoga bantuan ini dapat menjadi penghibur dan meringankan warga," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, La Ode Samsir juga melibatkan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara dalam proses distribusi bantuan terutama bagi warga KKST.
"Oiya, ini kewajiban saya sebagai putra KKST. Harus bersinergi dengan semua pihak," pungkasnya. [Ay]

26 Jul 2020

BPKK PKS Sorong Kembali Salurkan Bantuan Banjir, Kasmawaty: Terimakasih Para Donatur



Sorong-- Banjir yang kembali menggenangi wilayah Kota Sorong, membuat BPKK PKS Kota Sorong kembali bergerak menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus kepada beberapa warga. Pada hari Sabtu, 25 Juli 2020.

Bantuan nasi bungkus yang diperoleh dari para donatur dibagikan di Panti Asuhan Istianah dan beberapa warga di Kompleks Pepabri Malanu. 

Kasmawaty, Ketua BPKK PKS Kota Sorong, mengatakan bahwa jumlah bantuan masih terbatas, namun ia berharap dapat memberikan manfaat untuk warga.
"Bantuannya masih terbatas, baru 50 bungkus. Tapi kami tetap bersyukur donatur masih berkenan menitipkan kepada PKS. Semoga bermanfaat," terangnya.

Meski harus menerjang banjir dengan motor, Kasmawaty dan tim berhasil sampai di lokasi.
"Kami tadi harus lewati banjir setinggi lutut, bahkan lebih. Alhamdulillah motor tidak macet," ucapnya sambil tersenyum

Aksi berbagi ini merupakan aksi sosial yang sebelumnya telah dilakukan DPD PKS Kota Sorong pada aksi tanggap bencana banjir Kota Sorong.

Dihubungi tim media, Kabid Humas DPD PKS Kota Sorong menyampaikan bahwa program aksi peduli ini merupakan program kemanusiaan yang rutin dilakukan. 
"Aksi peduli ini adalah program rutin yang sifatnya insidentil dan jadi fokus PKS. Tidak hanya bantuan logistik, namun beberapa teman Tim Kepanduan juga bergerak memberikan bantuan evakuasi maupun pascabencana," papar Ngesti.

Ia pun menambahkan, bahwa aksi peduli akan terus dilakukan oleh struktur maupun kader-kader PKS Kota Sorong.
"Kami akan terus bergerak, baik secara struktural ataupun kader secara personal," pungkasnya. [Ay]


23 Jul 2020

Kabid BPKK Kota Sorong: Anak Indonesia Harus Pintar


Sorong-- Memperingati Hari Anak Nasional, 23/7, BPKK DPD PKS Kota Sorong membagikan 60 paket alat tulis kepada anak kader dan anak panti asuhan Istianah Arteri.

Sesuai petunjuk teknis yang disampaikan BPKK DPP PKS, peringatan Hari Anak Nasional yang mengangkat tema "Lindungi Anak, untuk Masa Depan Bangsa", DPD PKS Kota Sorong memfokuskan pada sektor pendidikan.

Di masa pandemic Covid 19 kali ini pemenuhan kebutuhan belajar menjadi satu dari sekian prioritas yang dibutuhkan anak-anak. Pemberian paket alat tulis, diharapkan dapat membantu proses belajar meski di rumah.

" Semua susah, di masa (covid 19) ini kebutuhan sekolah juga penting. Biarpun harus belajar di rumah," terang Kasmawaty selaku Ketua BPKK DPD PKS Sorong.

Kasma juga menambahkan meski pembelajaran formal tidak dapat berjalan normal, namun anak-anak Indonesia harus mendapat fasilitas pendidikan yang tidak terputus.
"Tidak boleh terputus, anak-anak harus tetap belajar. Anak Indonesia harus pintar. Jadi mau belajar di rumah pun harus tetap jalan," lanjutnya.

Kebahagiaan terlihat dari wajah anak-anak Panti Asuhan Istianah yang beralamat di Jalan Arteri Kota Sorong.
"Meski tidak seberapa jumlahnya, kami berharap bingkisan ini dapat membantu anak-anak Indonesia. Selamat Hari Anak Nasional 2020," pungkasnya. [Ay]

Mengayomi Anak Papua Sebagai Aset Masa Depan Bangsa



“Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali…”

Demikian sepenggal lagu yang beberapa dasawarsa ini kita dengar. Lagu yang sangat lekat dengan dunia anak-anak. Meskipun penggalan lagu tersebut adalah soundtrack salah satu serial animasi televisi, namun jika ditilik lebih dalam dari sisi semantik, lagu tersebut memiliki banyak sekali dimensi. Tentunya dimensi anak-anak.

Kepolosan anak-anak terwakili secara gamblang dalam bait lagu tersebut. bukankah semua anak-anak menginginkan banyak hal? segala sesuatu yang dirasa menyenangkan pasti tak kan luput dari imajinasi anak-anak kita. Dari ingin makan es krim, nonton animasi, bahkan ingin jadi presiden. Bebas, semua dapat dibangun dalam imajinasi anak-anak sebagai monolog tanpa harus menimbang situasi, kondisi, dan dompet yang harus diisi.
Bagaikan gayung bersambut, apa yang dimaknai secara lugas dari lagu di atas seakan difasilitasi oleh dunia. Akses internet yang tak berbatas, media informasi yang tersebar di seluruh penjuru negeri bahkan saat kita tengok di kanan-kiri tempat tinggal kita, tidak sedikit fasilitas umum yang menawarkan pusat permainan untuk anak-anak.

Dunia pendidikan pun demikian, anak-anak diberikan pilihan menuntut ilmu sesuai kemauannya. Sekolah alam, fullday, boarding, bahkan sekolah berbasis praktik. Pemerintah maupun swasta memberikan berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan passion anak-anak.

Demikian pula kondisi anak-anak di Sorong. Saya yakin, apabila ditanya apa keinginan mereka, maka akan muncul beragam jawaban dari imajinasi mereka. Entah pendidikan, hiburan, aktivitas harian, bahkan cita-cita.

Kabar gembira pun dirilis BPS Papua Barat pada tahun 2018 yang menyatakan bahwa anak-anak di Kota Sorong  usia 7 tahun memiliki Harapan Lama Sekolah hingga Diploma 2. Hal ini bermakna bahwa tingkat pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup anak-anak di Kota Sorong masuk dalam kategori tinggi.

Hasil survey tersebut didukung dengan keberadaan lembaga pendidikan dari kelas bawah, menengah hingga lembaga yang diperuntukkan masyarakat atas menyebar di Kota Sorong. Belum tempat hiburan untuk anak-anak, dari level pinggir jalan hingga kelas mall bisa diakses dengan mudah. Namun sayang, tidak semua anak-anak di Kota Sorong dapat menikmati fasilitas tadi.

Tidak dapat dielakkan, fakta di lapangan masih banyak ditemui anak-anak yang lepas dari pantauan sekolah di jam belajar. Bahkan tidak sedikit yang mengaku tidak sekolah karena alasan biaya. Kondisi yang lebih membuat miris adalah masih banyak, anak-anak yang terlihat menghirup lem aibon dengan bebas di pinggir-pinggir jalan dan berakhir dengan membuat keributan.

Sangat disayangkan ketika menyaksikan anak-anak usia sekolah masih di pinggir jalan, emperan toko untuk menjadi tukang parkir dadakan di siang  hingga malam hari. Waktu dimana seharusnya mereka berada dalam dekapan hangat keluarga yang membimbing belajar untuk esok hari. Namun apatah dikata, kondisi ekonomi orang tua mengharuskan anak-anak mensubsidi ekonomi keluarga.

Kondisi ini tentu sangat kontraproduktif dengan hasil survey BPS di atas. Harapan Lama Sekolah yang seharusnya dapat difollow up dengan kebijakan-kebijakan kerakyatan, belum menjamah secara menyeluruh anak-anak asli Papua.

Meski demikian, apresiasi terbaik juga harus diberikan kepada keluarga yang mampu meotivasi anak-anak untuk menuntut ilmu, meski harus berjalan kaki berkilo meter jauhnya. Namanya Aldo, satu siswa tingkat menengah pertama yang tinggal di Viktori dalam, Kilometer 10. Untuk dapat sampai ke sekolah, setiap hari ia bersama beberapa orang harus berjalan kaki lebih dari dua kilometer hingga sampai di jalan raya. Perjalanan ia lanjutkan dengan naik taksi (baca: angkot) atau terkadang menumpang mobil pick up yang lewat.

Kondisi demikian tidak hanya dialami Aldo, anak-anak dari Pulau Doom, Pulau Buaya, dan di Distrik Sorong Kepulauan lainnya harus menggunakan taksi laut ataupun jonson (kapal mesin kecil) untuk menyeberangi lautan supaya dapat sampai di sekolah yang terletak di pusat Kota Sorong. Perjuangan anak-anak dan orang tua yang peduli dengan masa depan bangsa ini kiranya menjadi satu gambaran bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi kita bersama.

Di lain pihak, kita harus turut berbangga ketika tidak sedikit masyarakat yang kemudian membuka lembaga pendidikan nonformal dan semiformal untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak Papua. Gerakan-gerakan sporadis yang dilakukan secara swadaya ini seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota yang nota bene memiliki alokasi dana otonomi khusus yang tidak sedikit jumlahnya. Saya tidak ingin membahas tentang dana otsus dan alokasinya. Hanya saja, saya yakin pemerintah Kota akan memikirkan formulasi serta kebijakan-kebijakan terbaik untuk masyarakat, terutama OAP (baca: Orang Asli Papua).

Ketertinggalan pendidikan dan penerimaan pendidikan yang rendah secara tidak langsung menjadi pencetus terputusnya proses pengembangan sumber daya manusia lokal yang handal. Alih-alih berbicara kepemimpinan lokal di masa mendatang. Pemenuhan hak belajar untuk anak-anak Papua masih seperti “jauh panggang dari api”.

Pada akhirnya, momentum Hari Anak Nasional yang ditetapkan tanggal 23 Juli sesuai keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 harus jadi titik balik untuk anak-anak di Indonesia dalam pemenuhan hak hidupnya. Baik dari aspek pendidikan, bersosialisasi, bebas dari kekerasan dan bullying, serta jaminan mendapatkan pengayoman dari masyarakat dewasa di sekitarnya.

Anak-anak Papua tidak boleh lagi menjadi ikon anak-anak marginal. Sudah saatnya pemerintah setempat, akademisi, pegiat sosial, dan masyarakat secara menyeluruh menjadi pegayom, pengontrol, pengawas, dan pelopor pengembangan kualitas anak-anak Indonesia. Maka tidak berlebihan kiranya, jika pesan “Lindungi Anak Kita, untuk Masa Depan Bangsa” menjadi satu jargon yang musti digaungkan.

Perlindungan tidak hanya dari sisi fisik dari kekerasan, psikis dari bullying, bahkan perlindungan hak-hak anak-anak termasuk hak untuk belajar dan hidup dengan layak. Sekali lagi, ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah Kota Sorong semata. Para akademisi memiliki tanggung jawab secara etik dan moril untuk mengangkat dan mengembangkan sumber daya manusia di Tanah Cendrawasih dengan membangun sinergitas yang dapat melewati batas SARA.

Selamat Hari Anak Nasional tahun 2020!


Ngesti Wihayuningtyas, M.Pd. (Humas DPD PKS Kota Sorong)

21 Jul 2020

Peduli Korban Banjir, PKS Sorong Bagikan Bantuan



SORONG - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis (16/7) menyisakan duka yang mendalam bagi warga Kota Sorong. Tidak sedikit warga yang menjadi korban. DPD PKS Kota Sorong, sebagai salah satu partai dengan tagline Berkhidmat untuk Rakyat, mewujudkan kepeduliannya dengan membagikan bantuan berupa 200 nasi kotak kepada korban banjir.

Seperti yang disampaikan Syaiful Maliki Arief, S.Hut, M.Si, pembagian nasi ini merupakan gerakan spontanitas kader dan simpatisan PKS yang peduli dengan para korban.
"Pembagian nasi ini spontan dilakukan oleh kader dan simpatisan PKS setiap ada bencana," tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa gerakan ini akan terus dilakukan. Donasi disalurkan tidak hanya dalam bentuk makanan siap santap, namun DPD PKS Sorong telah menyalurkan bantuan berupa peralatan memasak, baju layak pakai/baju dalam, bahan makanan, dan peralatan kebersihan.
"Bantuan tidak hanya makanan siap santap, tapi juga peralatan yang dibutuhkan saat ini seperti baju, bahan makanan, dll," tambah Syaiful selaku ketua DPD PKS Sorong sekaligus Anggota DPR Provinsi Papua Barat.

DPD PKS Sorong juga membuka donasi korban banjir baik berupa uang maupun barang. Tidak hanya itu, PKS Sorong tetap mengaktifkan call center bagi warga Sorong yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi 081247250044.
"Kami terus membuka donasi serta call center pengaduan untuk warga Sorong," pungkas Syaiful. [Ay]

Inspirasi

Nasihat

Total Tayangan Halaman

 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.