Artikel Terbaru :

Topik Pilihan

Diberdayakan oleh Blogger.

Kiprah PKS

Umum

Kajian

13 Jun 2019

"Selagi ada waktu, kunjungilah saudaramu.."


PKS setiap tahun di lebaran idul fitri silatutahim kepada tokoh dan masyarakat di Kabupaten Manokwari.  Terutama distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey. Tapi bagi saya ini adalah tahun pertama secara 'dewasa' ikut silaturahim.

Sabtu, 8 Juni 2019 pukul 08.30 WIT kami menuju lokasi Distrik. Jarak waktu sekitar 1-1,5 jam dengan mobil/motor. Jika dari rumah saya sekitar 2 jam.

Tahun ini rombongan pengurus/simpatisan PKS DPD Manokwari berjumlah 8 mobil dan 1 motor. Kami membagi menjadi 4 rombongan kecil karena jarak antar kampung yg cukup jauh.

PKS bersilaturahim ke rumah Ketua DPC Warpramasi Ustad Samsul Hadi, ke tokoh agama Abah Kholik, Abah Basir dan ke tokoh tokoh simpatisan setia PKS. Banyak nasehat dan hikmah yang kami dapatkan.

Ada beberapa momen dimana rombongan saya mendapat amanah ketua DPC PKS Ust. Samsul untuk mengunjungi simpatisan PKS yg kami belum pernah mengenalnya. Bahkan ketua rombongan hanya diberi nama dan alamat oleh ketua DPC. Meski sempat nyasar kami sampai di rumah beliau dan saling bercerita. Rasanya agak canggung tapi di bawa bahagia.



Rombongan PKS biasa silaturahim dari siang hingga malam. Sebuah momen silaturahim yg cukup panjang, mengenal sosok sosok baru, dan menghimpun hikmah. Meski saya sempat mengeluh ingin segera pulang, tapi ternyata ketika silaturahim rasanya benar kata Allah bahwa "Innamal mu'minuna ikhwah.." (Sesungguhnya setiap Muslim itu Bersaudara). Juga ada "rezeki" yang terselip di balik silaturahim..

Sekali lagi, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Semoga kita menjadi hamba yang semakin bertaqwa. Aamiin

(JP)

13 Mei 2019

Bukber dan Tasyakuran Milad PKS di Manokwari

Manokwari - Setelah melalui proses pemilu yang melelahkan selama berbulan-bulan, akhirnya segenap pengurus DPD PKS Kabupaten Manokwari melepas rehat sejenak. Yaitu dengan mengadakan Buka Puasa Bersama sekaligus Tasyakuran Milad PKS yang ke 21. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 12 Mei 2019 bertempat di halaman markas DPD PKS Kabupaten Manokwari dengan mengundang pengurus besar PKS dari tingkat wilayah Papua Barat dan kabupaten serta para kader, caleg, simpatisan dan para saksi Pemilu. 





Ketua DPD PKS Kabupaten Manokwari, Masrawi Ariyanto, dalam sambutannya mengapresiasi sebesar-besarnya peran para kader dan khususnya saksi-saksi PKS yang telah bekerja keras menjaga suara di setiap TPS. Mengingat tahapan Pemilu yang dilalui saat ini lebih berat dari sebelumnya.

"Para saksi PKS telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Sebagian besar dari mereka bekerja di luar waktu normal di mana penyelesaian perhitungan suara lebih dari satu hari. Alhamdulillah, berkat kerja keras kita bersama jumlah kursi PKS di parlemen kabupaten bertambah. Dari sebelumnya satu kursi sekarang menjadi tiga kursi," terangnya.

Ketua DPW PKS Papua Barat, H. Mugiyono, S.Hut, didaulat untuk memotong tumpeng sebagai rasa syukur keberhasilan Pemilu sekaligus menandai bertambahnya usia PKS yang ke 21. Ia menyampaikan bahwa jumlah kursi PKS mengalami peningkatan signifikan kali ini. Seperti Kota Sorong dan Kabupaten Fakfak yang sebelumnya tidak ada kursi kali ini memperoleh dua. Jumlah kursi di level provinsi juga bertambah dari satu menjadi dua.Ia berharap agar keberhasilan ini senantiasa dijaga oleh segenap kader.  Lalu para caleg terpilih untuk menjaga amanah yang diberikan konsitituen selama lima tahun ke depan.

Setelah berbuka puasa acara kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah dan pembagian doorprize. Alhamdulillah, para peserta yang beruntung memperoleh hadiah Utama seperti kulkas, kipas angin dan kompor adalah mereka para saksi PKS. (feb) 



  




9 Apr 2019

Ketua PKS Fakfak Terciduk Tidur di Pinggir Jalan


Fakfak - Menghadapi mobil yang mendadak mogok dan kelelahan luar biasa, Bapak Muhammad Kabes, Ketua DPD PKS Kabupaten Fakfak tertangkap kamera tertidur di pinggir jalan. Hal ini terjadi saat rombongan PKS kembali ke ibukota kabupaten setelah menghadiri kampanye terbuka di Distrik Bomberay, 8 April 2019, yang berjarak sekitar empat jam berkendara darat.

Perjalanan yang jauh dan medan yang cukup berat memang menguras energi. Ditambah dengan sarana transportasi yang mendadak mogok di tengah hutan. Rombongan yang terdiri dari empat mobil dan sejumlah kendaraan roda dua bertolak dari Fakfak menuju Bomberay pukul enam pagi. Setelah acara kampanye selesai mereka kembali ke Fakfak jam lima sore dan semestinya tiba pukul sembilan malam. Akibat insiden ini ketua DPD dan rombongan baru tiba pukul lima pagi keesokan harinya.




Ia tertidur di pinggir jalan sambal menunggu mobil diperbaiki dan menggunakan alas spanduk. Di tengah cuaca yang dingin beberapa kader menyalakan api unggun dan meminta beliau untuk beristirahat tidak jauh dari situ agar badannya tetap hangat. Mengingat belum lama ini Pak Kabes pernah dioperasi karena penyakit paru-paru.

Usianya yang sudah memasuki kepala enam tidak menyurutkan semangatnya turut serta memenangkan PKS pada pemilu kali ini. Meski ia tidak lagi maju sebagai calon anggota dewan ia ingin fokus memenangkan PKS dan mengeyampingkan kepentingan pribadinya. "Pemilu kali ini saya tidak maju. Saya kasih kesempatan kepada anak-anak muda Papua untuk berkompetisi. Jadi saya nanti suruh masyarakat yang dulu pilih saya untuk memilih mereka," tegasnya.

Muhammad Kabes adalah satu-satunya Orang Asli Papua (OAP) muslim yang menjabat sebagai ketua DPD PKS di Provinsi Papua Barat. Ia pernah memperoleh penghargaan PKS Award di tahun 2012 sebagai salah satu kader terbaik di Wilayah Dakwah Indonesia Timur. Kini ia mengemban amanah sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Fakfak periode 2015-2020. Salah satu target yang ingin ia capai pada Pemilu kali ini adalah PKS dapat "pecah telur" dan memiliki anggota dewan untuk pertama kalinya.  

Semoga perjuangan yang ia lakukan bersama segenap kader dan simpatisan PKS Fakfak memperoleh hasil yang terbaik. (feb) 



 

27 Mar 2019

Sandiaga, Sambil Berenang Sapa Manokwari


Manokwari - Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambangi kota bersejarah orang Papua, Manokwari, pada Hari Rabu 27 Maret 2019. Kunjungan ini adalah salah satu dari 1.000 titik kunjungan dalam rangka sosialisasi dan kampanye pemenangan Pilpres 2019.

Tiba di Bandara Rendani pukul 06.15 pagi, beliau dijemput langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, bersama Ketua Badan Pemenangan Papua Barat, Bapak Ahmad Nasrau, Ketua DPW PKS Papua Barat, H. Mugiyono S.Hut serta ketua partai politik koalisi lainnya.

Bersama rombongan beliau langsung diajak mengunjungi situs bersejarah jejak peradaban orang Papua di Pulau Mansinam.  Perjalanan menyeberang ke Pulau Mansinam ditempuh selama 20 menit. Kemudian berdialog bersama masyarakat lokal dan melakukan kampanye terbuka di Lapangan Borarsi Manokwari. 


Dalam sambutannya, Sandiaga menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik untuk warga Papua Barat. Di antaranya adalah menurunkan harga BBM, mengevaluasi kenaikan harga tiket pesawat dan membuka peluang lapangan pekerjaan. Tak lupa ia menyapa ribuan masyarakat yang memadati lapangan khususnya kelompok partai "emak-emak" militan.


Ada sebuah momen menarik saat beliau kembali dari Pulau Mansinam. Sandiaga Uno secara tidak terduga menyeburkan diri ke laut untuk berenang menuju daratan. Hal ini sontak mengagetkan rombongan tim kampanye yang berada di beberapa perahu. Beliau berenang selama kurang lebih 10 menit sehingga mengundang decak kagum masyarakat yang menunggunya.

Hal ini menunjukkan betapa enerjik, supel dan semangatnya beliau sebagai modal utama kandidat Cawapres di negeri ini. (feb)



19 Mar 2019

PKS Maybrat Siap Rebut Satu Fraksi




Aitinyo - DPD PKS Kabupaten Maybrat bertekad merebut kursi parlemen tingkat kabupaten minimal satu fraksi. Demikian disampaikan oleh Yance Jitmau selaku Ketua DPD PKS Kabupaten Maybrat saat acara Deklarasi Tim  Pemenangan dan Bimbingan Teknis Saksi di Distrik Aitinyo, 16 Maret 2019. Menurutnya peluang PKS sangat terbuka karena didukung struktur yang solid dan para caleg yang bekerja keras selama kampanye.

"Pada acara ini saya sampaikan bahwa PKS Kabupaten Maybrat bersungguh-sungguh merebut satu fraksi pada Pileg 2019. Oleh karenanya saya mengajak bapak-ibu sekalian untuk terus bekerja mengibarkan bendera PKS di mana-mana. Ajak masyarakat memilih partai PKS. Bila di tahun 2014 kita punya satu kursi, maka tahun 2019 kita harus punya minimal 4 kursi," terangnya.


Hadir pada acara ini adalah perwakilan Tim Pemenangan Wilayah Papua Barat, segenap pengurus DPD PKS Kabupaten Maybrat, CAD untuk Dapil IV Papua Barat serta seluruh CAD Kabupaten Maybrat. Tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan serta simpatisan PKS di Distrik Aitinyo turut hadir meramaikan acara.

Muhammad Rifai Rumalaen, selaku CAD Dapil IV Papua Barat, dalam sambutannya menyampaikan sejarah terbentuknya PKS di Maybrat. Ia sampaikan kondisi saat ini sungguh berbeda dengan saat kepengurusan pertama dibentuk. "Saya ingat beberapa tahun lalu PKS di Maybrat belum ada. Tapi beberapa tokoh masyarakat sangat ingin bergabung dengan PKS. Merekapun akhirnya pergi ke Jakarta (kantor DPP PKS) untuk mendaftarkan diri agar PKS bisa berdiri di tanah ini. Syukurlah perjuangan mereka tidak sia-sia karena SK pembentukan pengurus DPD PKS akhirnya diberikan. Almarhum Bapak Yaconias Kambuaya, ketua DPD PKS Kab Maybrat yang pertama, pasti bangga bila melihat kondisi saat ini. Dulu saat pertama kali terbentuk jumlah kita sangat sedikit. Sekarang semakin banyak masyarakat yang mendukung kita," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa PKS bukanlah organisasi keagamaan. Tetapi partai politik yang terbuka bagi setiap orang. Ia menambahkan, "Sekalipun kita tahu PKS adalah partai Islam, tetapi ia membawa nilai-nilai kebaikan yang berpihak kepada masyarakat. Sehingga kami sangat bangga bila PKS dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Maybrat."




Sebagai informasi bahwa seluruh pengurus DPD PKS Kabupaten Maybrat
dan CAD DPRD kabupaten adalah OAP (Orang Asli Papua) yang beragama Nasrani. Mereka memilih bergabung dengan PKS karena memiliki reputasi yang baik. Mereka juga akui bahwa PKS adalah partai yang mengandalkan sumber dananya secara mandiri dan tidak melakukan money politic terhadap konsituten. (feb) 


8 Mar 2019

Politik Itu: Man Behind the Gun


Manokwari - "Bila ada yang beranggapan bahwa politik itu kotor maka itu salah. Politik tidak selamanya kotor karena sangat tergantung A Man Behind The Gun" ungkap Imam Muslih S, Hut Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari partai PKS. Menurutnya apabila sosok Man Behind The Gun memiliki orientasi yang bersih maka dapat dipastikan praktek politik akan bersih dan akan menghasilkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.

Demikian salah satu inti materi yang disampaikan oleh beliau pada acara Talkshow "Millenial NamPOL" alias Millenial Ngobrol dan Paham Politik yang diselenggarakan di Hotel SMKN 3 Manokwari, 7 Maret 2019. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka reses anggota dewan sekaligus untuk meningkatkan pemahaman para pelajar dan mahasiswa tentang pentingnya peran mereka pada PEMILU nanti. Sejumlah 40 peserta hadir pada pertemuan ini dari beberapa organisasi pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Manokwari. 

Lebih lanjut Imam Muslih, S.Hut menjelaskan pentingnya budaya politik partisipatif pada pelaksanaan pesta demokrasi bulan depan. Yaitu budaya politik yang terlihat dari keaktifan para pemilih dan mereka paham apa yang akan dipilih. Para millennial perlu dipahamkan agar mereka mengadopsi budaya politik partisipatif. Tidak menjadi parokhial yang cuek pada lingkungannya dan tidak aktif memilih.

Oleh karenanya sangat penting untuk memilih calon anggota legislatif dari partai yang relatif bersih dari praktek korupsi dan memiliki gagasan politik visioner untuk pembangunan lima tahun ke depannya.

Imam Muslih sendiri menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah resesnya yang terakhir selaku anggota DPRD Kabupaten Manokwari. Karena pada PEMILU periode ini ia akan bertarung sebagai calon anggota dewan DPRD Provinsi Papua Barat untuk Daerah Pemilihan Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

"Pada pemilihan legislatif kali ini insha Allah saya diamanahkan pada Dapil yang baru. Tantangannya luar biasa saat saya melakukan kampanye ke daerah-daerah terpencil dengan hambatan transportasi. Seperti daerah Raja Ampat yang merupakan kepulauan. Alhamdulillah pekan lalu saya berkunjung ke Pulau Misool bersilaturahmi dengan beberapa warga dari kampung muslim. Respon mereka sangat positif dan saya yakin dapat mewujudkan budaya politik partisipatif di sana" jelas Imam Muslih saat menutup acara. (feb)  

3 Mar 2019

Dari Buruh Kelapa Sawit menjadi Caleg PKS

Sorong - Pahit getir kehidupan sudah dirasakan pemuda berusia 32 tahun ini. Sejak usia empat tahun ditinggal oleh Ibunda tercinta yang ke pangkuan illahi, ia kemudian bertekad berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari-hari. Karena keterbatasan biaya, selepas lulus SMK di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ia merantau ke Jayapura, Papua, guna beradu nasib. Padahal saat itu cita-citanya sedemikian kuat untuk dapat kuliah di perguruan tinggi.

Tapi mungkin ini adalah skenario Allah swt yang terbaik. Di Papua ia mengawali nasibnya sebagai buruh kelapa sawit. Kemudian pindah ke Sorong bekerja sebagai chef di sebuah kapal pemancing ikan. Lalu sempat juga meraih rezeki sebagai petugas cleaning service dan karyawan sebuah hotel berbintang di Kota Sorong. Sambil bekerja ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membiaya kuliahnya. Impiannya belum tamat. Ia bertekad kuat untuk dapat kuliah dan meraih mimpi lebih tinggi.

Alhamdulillah berkat kebesaran Allah swt, Laode Samsir, biasa dipanggi Samsir, akhirnya mengenyam pendidikan di Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) di usia 22 tahun. Selama kuliah Samsir tercatat sebagai mahasiswa berprestasi dan aktif berorganisasi. Ia pernah memperoleh penghargaan Wira Usaha Muda Mandiri se Kota Sorong dari Kementerian UMKM. Beberapa amanah yang pernah ia emban seperti Ketua FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus) Papua-Papua Barat dan Ketua Lembaga Dakwah Kampus Darul Ulum UMS.  



Selepas kuliah Laode Samsir memulai wirausaha di bidang jasa konstruksi yang akhirnya cukup berhasil sampai sekarang. Tidak hanya itu, ayah dua orang anak ini tidak lupa dengan kondisinya dahulu dengan membantu beberapa saudara dan kerabatnya agar dapat bersekolah ke perguruan tinggi. Ia pun dikenal di kalangan masyarakat sebagai sosok yang peduli kepada masyarakat kurang mampu. Karena keinginan yang kuat untuk dapat berkarya lebih besar lagi ia memutuskan untuk terjun langsung di dunia politik. 

Kini di tahun 2019 dengan niat menjadikan Kota Sorong Setara dan Sejahtera, ia memberanikan diri maju sebagai calon anggota dewan (CAD) dari Partai Keadilan Sejahtera untuk Dapil 1 Kota Sorong nomor urut 1. Ia memiliki mengusung misi agar kelak seluruh warga Kota Sorong memperoleh hak yang setara di bidang Pendidikan, kesehatan, pembangunan dan ekonomi. (Feb)








Inspirasi

Nasihat

Total Tayangan Halaman

 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.