Artikel Terbaru :

Topik Pilihan

Diberdayakan oleh Blogger.

Kiprah PKS

Umum

Kajian

9 Apr 2019

Ketua PKS Fakfak Terciduk Tidur di Pinggir Jalan


Fakfak - Menghadapi mobil yang mendadak mogok dan kelelahan luar biasa, Bapak Muhammad Kabes, Ketua DPD PKS Kabupaten Fakfak tertangkap kamera tertidur di pinggir jalan. Hal ini terjadi saat rombongan PKS kembali ke ibukota kabupaten setelah menghadiri kampanye terbuka di Distrik Bomberay, 8 April 2019, yang berjarak sekitar empat jam berkendara darat.

Perjalanan yang jauh dan medan yang cukup berat memang menguras energi. Ditambah dengan sarana transportasi yang mendadak mogok di tengah hutan. Rombongan yang terdiri dari empat mobil dan sejumlah kendaraan roda dua bertolak dari Fakfak menuju Bomberay pukul enam pagi. Setelah acara kampanye selesai mereka kembali ke Fakfak jam lima sore dan semestinya tiba pukul sembilan malam. Akibat insiden ini ketua DPD dan rombongan baru tiba pukul lima pagi keesokan harinya.




Ia tertidur di pinggir jalan sambal menunggu mobil diperbaiki dan menggunakan alas spanduk. Di tengah cuaca yang dingin beberapa kader menyalakan api unggun dan meminta beliau untuk beristirahat tidak jauh dari situ agar badannya tetap hangat. Mengingat belum lama ini Pak Kabes pernah dioperasi karena penyakit paru-paru.

Usianya yang sudah memasuki kepala enam tidak menyurutkan semangatnya turut serta memenangkan PKS pada pemilu kali ini. Meski ia tidak lagi maju sebagai calon anggota dewan ia ingin fokus memenangkan PKS dan mengeyampingkan kepentingan pribadinya. "Pemilu kali ini saya tidak maju. Saya kasih kesempatan kepada anak-anak muda Papua untuk berkompetisi. Jadi saya nanti suruh masyarakat yang dulu pilih saya untuk memilih mereka," tegasnya.

Muhammad Kabes adalah satu-satunya Orang Asli Papua (OAP) muslim yang menjabat sebagai ketua DPD PKS di Provinsi Papua Barat. Ia pernah memperoleh penghargaan PKS Award di tahun 2012 sebagai salah satu kader terbaik di Wilayah Dakwah Indonesia Timur. Kini ia mengemban amanah sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Fakfak periode 2015-2020. Salah satu target yang ingin ia capai pada Pemilu kali ini adalah PKS dapat "pecah telur" dan memiliki anggota dewan untuk pertama kalinya.  

Semoga perjuangan yang ia lakukan bersama segenap kader dan simpatisan PKS Fakfak memperoleh hasil yang terbaik. (feb) 



 

27 Mar 2019

Sandiaga, Sambil Berenang Sapa Manokwari


Manokwari - Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambangi kota bersejarah orang Papua, Manokwari, pada Hari Rabu 27 Maret 2019. Kunjungan ini adalah salah satu dari 1.000 titik kunjungan dalam rangka sosialisasi dan kampanye pemenangan Pilpres 2019.

Tiba di Bandara Rendani pukul 06.15 pagi, beliau dijemput langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, bersama Ketua Badan Pemenangan Papua Barat, Bapak Ahmad Nasrau, Ketua DPW PKS Papua Barat, H. Mugiyono S.Hut serta ketua partai politik koalisi lainnya.

Bersama rombongan beliau langsung diajak mengunjungi situs bersejarah jejak peradaban orang Papua di Pulau Mansinam.  Perjalanan menyeberang ke Pulau Mansinam ditempuh selama 20 menit. Kemudian berdialog bersama masyarakat lokal dan melakukan kampanye terbuka di Lapangan Borarsi Manokwari. 


Dalam sambutannya, Sandiaga menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik untuk warga Papua Barat. Di antaranya adalah menurunkan harga BBM, mengevaluasi kenaikan harga tiket pesawat dan membuka peluang lapangan pekerjaan. Tak lupa ia menyapa ribuan masyarakat yang memadati lapangan khususnya kelompok partai "emak-emak" militan.


Ada sebuah momen menarik saat beliau kembali dari Pulau Mansinam. Sandiaga Uno secara tidak terduga menyeburkan diri ke laut untuk berenang menuju daratan. Hal ini sontak mengagetkan rombongan tim kampanye yang berada di beberapa perahu. Beliau berenang selama kurang lebih 10 menit sehingga mengundang decak kagum masyarakat yang menunggunya.

Hal ini menunjukkan betapa enerjik, supel dan semangatnya beliau sebagai modal utama kandidat Cawapres di negeri ini. (feb)



19 Mar 2019

PKS Maybrat Siap Rebut Satu Fraksi




Aitinyo - DPD PKS Kabupaten Maybrat bertekad merebut kursi parlemen tingkat kabupaten minimal satu fraksi. Demikian disampaikan oleh Yance Jitmau selaku Ketua DPD PKS Kabupaten Maybrat saat acara Deklarasi Tim  Pemenangan dan Bimbingan Teknis Saksi di Distrik Aitinyo, 16 Maret 2019. Menurutnya peluang PKS sangat terbuka karena didukung struktur yang solid dan para caleg yang bekerja keras selama kampanye.

"Pada acara ini saya sampaikan bahwa PKS Kabupaten Maybrat bersungguh-sungguh merebut satu fraksi pada Pileg 2019. Oleh karenanya saya mengajak bapak-ibu sekalian untuk terus bekerja mengibarkan bendera PKS di mana-mana. Ajak masyarakat memilih partai PKS. Bila di tahun 2014 kita punya satu kursi, maka tahun 2019 kita harus punya minimal 4 kursi," terangnya.


Hadir pada acara ini adalah perwakilan Tim Pemenangan Wilayah Papua Barat, segenap pengurus DPD PKS Kabupaten Maybrat, CAD untuk Dapil IV Papua Barat serta seluruh CAD Kabupaten Maybrat. Tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan serta simpatisan PKS di Distrik Aitinyo turut hadir meramaikan acara.

Muhammad Rifai Rumalaen, selaku CAD Dapil IV Papua Barat, dalam sambutannya menyampaikan sejarah terbentuknya PKS di Maybrat. Ia sampaikan kondisi saat ini sungguh berbeda dengan saat kepengurusan pertama dibentuk. "Saya ingat beberapa tahun lalu PKS di Maybrat belum ada. Tapi beberapa tokoh masyarakat sangat ingin bergabung dengan PKS. Merekapun akhirnya pergi ke Jakarta (kantor DPP PKS) untuk mendaftarkan diri agar PKS bisa berdiri di tanah ini. Syukurlah perjuangan mereka tidak sia-sia karena SK pembentukan pengurus DPD PKS akhirnya diberikan. Almarhum Bapak Yaconias Kambuaya, ketua DPD PKS Kab Maybrat yang pertama, pasti bangga bila melihat kondisi saat ini. Dulu saat pertama kali terbentuk jumlah kita sangat sedikit. Sekarang semakin banyak masyarakat yang mendukung kita," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa PKS bukanlah organisasi keagamaan. Tetapi partai politik yang terbuka bagi setiap orang. Ia menambahkan, "Sekalipun kita tahu PKS adalah partai Islam, tetapi ia membawa nilai-nilai kebaikan yang berpihak kepada masyarakat. Sehingga kami sangat bangga bila PKS dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Maybrat."




Sebagai informasi bahwa seluruh pengurus DPD PKS Kabupaten Maybrat
dan CAD DPRD kabupaten adalah OAP (Orang Asli Papua) yang beragama Nasrani. Mereka memilih bergabung dengan PKS karena memiliki reputasi yang baik. Mereka juga akui bahwa PKS adalah partai yang mengandalkan sumber dananya secara mandiri dan tidak melakukan money politic terhadap konsituten. (feb) 


8 Mar 2019

Politik Itu: Man Behind the Gun


Manokwari - "Bila ada yang beranggapan bahwa politik itu kotor maka itu salah. Politik tidak selamanya kotor karena sangat tergantung A Man Behind The Gun" ungkap Imam Muslih S, Hut Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari partai PKS. Menurutnya apabila sosok Man Behind The Gun memiliki orientasi yang bersih maka dapat dipastikan praktek politik akan bersih dan akan menghasilkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.

Demikian salah satu inti materi yang disampaikan oleh beliau pada acara Talkshow "Millenial NamPOL" alias Millenial Ngobrol dan Paham Politik yang diselenggarakan di Hotel SMKN 3 Manokwari, 7 Maret 2019. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka reses anggota dewan sekaligus untuk meningkatkan pemahaman para pelajar dan mahasiswa tentang pentingnya peran mereka pada PEMILU nanti. Sejumlah 40 peserta hadir pada pertemuan ini dari beberapa organisasi pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Manokwari. 

Lebih lanjut Imam Muslih, S.Hut menjelaskan pentingnya budaya politik partisipatif pada pelaksanaan pesta demokrasi bulan depan. Yaitu budaya politik yang terlihat dari keaktifan para pemilih dan mereka paham apa yang akan dipilih. Para millennial perlu dipahamkan agar mereka mengadopsi budaya politik partisipatif. Tidak menjadi parokhial yang cuek pada lingkungannya dan tidak aktif memilih.

Oleh karenanya sangat penting untuk memilih calon anggota legislatif dari partai yang relatif bersih dari praktek korupsi dan memiliki gagasan politik visioner untuk pembangunan lima tahun ke depannya.

Imam Muslih sendiri menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah resesnya yang terakhir selaku anggota DPRD Kabupaten Manokwari. Karena pada PEMILU periode ini ia akan bertarung sebagai calon anggota dewan DPRD Provinsi Papua Barat untuk Daerah Pemilihan Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

"Pada pemilihan legislatif kali ini insha Allah saya diamanahkan pada Dapil yang baru. Tantangannya luar biasa saat saya melakukan kampanye ke daerah-daerah terpencil dengan hambatan transportasi. Seperti daerah Raja Ampat yang merupakan kepulauan. Alhamdulillah pekan lalu saya berkunjung ke Pulau Misool bersilaturahmi dengan beberapa warga dari kampung muslim. Respon mereka sangat positif dan saya yakin dapat mewujudkan budaya politik partisipatif di sana" jelas Imam Muslih saat menutup acara. (feb)  

3 Mar 2019

Dari Buruh Kelapa Sawit menjadi Caleg PKS

Sorong - Pahit getir kehidupan sudah dirasakan pemuda berusia 32 tahun ini. Sejak usia empat tahun ditinggal oleh Ibunda tercinta yang ke pangkuan illahi, ia kemudian bertekad berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari-hari. Karena keterbatasan biaya, selepas lulus SMK di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ia merantau ke Jayapura, Papua, guna beradu nasib. Padahal saat itu cita-citanya sedemikian kuat untuk dapat kuliah di perguruan tinggi.

Tapi mungkin ini adalah skenario Allah swt yang terbaik. Di Papua ia mengawali nasibnya sebagai buruh kelapa sawit. Kemudian pindah ke Sorong bekerja sebagai chef di sebuah kapal pemancing ikan. Lalu sempat juga meraih rezeki sebagai petugas cleaning service dan karyawan sebuah hotel berbintang di Kota Sorong. Sambil bekerja ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membiaya kuliahnya. Impiannya belum tamat. Ia bertekad kuat untuk dapat kuliah dan meraih mimpi lebih tinggi.

Alhamdulillah berkat kebesaran Allah swt, Laode Samsir, biasa dipanggi Samsir, akhirnya mengenyam pendidikan di Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) di usia 22 tahun. Selama kuliah Samsir tercatat sebagai mahasiswa berprestasi dan aktif berorganisasi. Ia pernah memperoleh penghargaan Wira Usaha Muda Mandiri se Kota Sorong dari Kementerian UMKM. Beberapa amanah yang pernah ia emban seperti Ketua FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus) Papua-Papua Barat dan Ketua Lembaga Dakwah Kampus Darul Ulum UMS.  



Selepas kuliah Laode Samsir memulai wirausaha di bidang jasa konstruksi yang akhirnya cukup berhasil sampai sekarang. Tidak hanya itu, ayah dua orang anak ini tidak lupa dengan kondisinya dahulu dengan membantu beberapa saudara dan kerabatnya agar dapat bersekolah ke perguruan tinggi. Ia pun dikenal di kalangan masyarakat sebagai sosok yang peduli kepada masyarakat kurang mampu. Karena keinginan yang kuat untuk dapat berkarya lebih besar lagi ia memutuskan untuk terjun langsung di dunia politik. 

Kini di tahun 2019 dengan niat menjadikan Kota Sorong Setara dan Sejahtera, ia memberanikan diri maju sebagai calon anggota dewan (CAD) dari Partai Keadilan Sejahtera untuk Dapil 1 Kota Sorong nomor urut 1. Ia memiliki mengusung misi agar kelak seluruh warga Kota Sorong memperoleh hak yang setara di bidang Pendidikan, kesehatan, pembangunan dan ekonomi. (Feb)








28 Feb 2019

PKS Kota Sorong Blusukan Memasarkan Caleg



Sorong - Memasuki minggu ke-empat bulan Februari 2019, sejumlah kader dan relawan PKS Kota Sorong semakin gencar melakukan blusukan ke berbagai wilayah. Mereka tidak kenal lelah memasuki satu per satu rumah, pusat keramaian dan jalan-jalan untuk memperkenalkan para calon anggota dewan PKS untuk seluruh dapil di Kota Sorong.

Sebagaimana konfirmasi dari Kabid Humas DPD Kota Sorong, Ustadzah Ngesti Wihayu, kegiatan ini dilakukan hampir setiap hari bahkan semakin kencang di saat akhir pekan. "Kami membawa alat peraga kampanye untuk mensosialisasikan para caleg PKS seperti stiker dan poster. Selain itu kami juga mengedukasi masyarakat tata cara mencoblos yang benar agar hak suaranya saat Pemilu nanti tidak hilang," jelasnya.

Untuk mencapai target satu fraksi di parlemen, PKS Kota Sorong tidak akan mengendorkan semangat untuk terus mendekati masyarakat. Termasuk di antaranya mempromosikan janji kampanye SIM Seumur Hidup dan STNK Gratis. Serta mendukung pasangan capres-cawapres PRABOWO-SANDI untuk perubahan yang lebih baik.

Pada pekan ini PKS Kota Sorong berencana melakukan road show ke beberapa titik dengan melibatkan kader, relawan dan simpatisan yang lebih banyak lagi. (Feb) 




14 Des 2018

Mas Eko Nyaleg, Mama Papua Bangga



Namanya Eko Rianto. Biasa disapa "Mas Eko". Pemuda berusia 29 tahun ini adalah salah satu CAD (Calon Anggota Dewan) DPRD Kota Sorong dari Dapil 3 yang meliputi Distrik Sorong Manoi dan Sorong Timur. Lahir, besar dan menempuh pendidikan di Papua membuatnya sangat perhatian dengan isu-isu seputar Papua. Khususnya lingkungan dan kesejahteraan masyarakat asli.

Saat pemuda chubby ini ditanya kenapa ia bertarung menjadi caleg, jawabannya sederhana. Ia ingin adanya perubahan. "Saya ini aktivis lingkungan. Kurang lebih tiga tahun berkecimpung di Bank Sampah Kota Sorong. Apa yang saya dan teman-teman perjuangkan selama ini butuh dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah. Jadi kalau saya terpilih menjadi anggota dewan, saya akan lebih peduli pada isu-isu lingkungan di Kota Sorong," terangnya.

Salah satu ciri khas Mas Eko adalah selalu mengenakan Tas Noken Papua ke mana pun ia pergi. Noken yang ia pakai itu ternyata rajutan khusus dari Suku Kokoda. Salah satu suku asli Papua yang mendiami daerah kepala burung Pulau Papua. Rupanya selain digunakan untuk menyimpan dokumen, noken itu ia manfaatkan untuk promosi. Siapa tahu ada yang tertarik membeli, Mas Eko siap membantu.

Berbeda dengan noken yang dibuat dari daerah lain, keunikan noken Suku Kokoda adalah adanya rumbai-rumbai di bagian bawah. Sehingga terlihat lebih panjang daripada noken lainnya. Sayangnya potensi kearifan lokal seperti ini belum banyak dilirik masyarakat luas. Karena mama-mama Papua tidak punya keahlian dalam memasarkan produknya. Mereka hanya bisa merajut saja dan dijual di emperan depan rumah.

"Saya terdorong membantu mama-mama Papua ini mengembangkan potensinya dengan harapan suatu saat nanti produk mereka bisa dipasarkan di pasar-pasar besar di Kota Sorong. Apa yang saya lakukan bersama teman-teman selama satu tahun terakhir ini bermodalkan semangat saja. Tapi kami punya mimpi besar untuk mereka," jelasnya.

Saat ditanya bagaimana tanggapan mama-mama Papua saat tahu Mas Eko nyaleg dari partai PKS. Ia menjawab mereka justru bangga saat tahu dirinya nyaleg. Mereka yakin Mas Eko akan mampu membawa perubahan berarti buat mereka kelak saat duduk menjadi anggota dewan.  

Humas PKS Papua Barat




     

Inspirasi

Nasihat

Total Tayangan Halaman

 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.