Artikel Terbaru :

23 Mar 2016

Lentera Part I



Addunya mataa’un wa khairu mata’iha al-mar’atu shalihah. Kalimat tersebut bermakna “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” Sebuah ungkapan yang indah, yang mengangkat derajat kaum wanita ke jenjang yang begitu mulia. Wanita sholihah adalah perhiasan yang paling utama. Tentu saja mereka bukan sekadar perhiasan imitasi, tetapi adalah berlian yang sinarnya abadi dan menyejukkan. 

Ketika Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah, lebih mulia mana wanita dunia dengan wanita surga (bidadari, lu’luim maknun ) maka Rasul menjawab bahwa wanita dunia lebih utama karena keshalehan yang dimilikinya. Seorang teman pernah bertutur, bahwa tak ada seorang lelaki pun yang boleh menjabat tangan Ratu Inggris kecuali keluarganya. Nah, karena di dalam Islam seorang muslimah tidak diperkenankan dijabat tangannya oleh lelaki yang bukan mahram, berarti di dalam Islam semua wanita itu seterhormat Ratu Inggris. Ya, sekali lagi khairu mata’iha al-mar’atu shalihah . 

Sebuah perhiasan tentu saja indah. Keindahan yang bersifat fisik adalah kerelatifan, alias tak abadi, alias bisa hilang begitu saja seiring dengan berjalannya waktu. Adapun keindahan / kecantikan yang terpancar dari dalam (inner beauty) yang bersumber pada keshalehan, kecerdasan, ketaatan dan karisma seorang muslimah bersifat abadi dan merupakan sebuah pencapaian prestasi yang berujung pada masuknya mereka ke surga-Nya, insya Allah
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.