Artikel Terbaru :

8 Mar 2019

Politik Itu: Man Behind the Gun


Manokwari - "Bila ada yang beranggapan bahwa politik itu kotor maka itu salah. Politik tidak selamanya kotor karena sangat tergantung A Man Behind The Gun" ungkap Imam Muslih S, Hut Anggota DPRD Kabupaten Manokwari dari partai PKS. Menurutnya apabila sosok Man Behind The Gun memiliki orientasi yang bersih maka dapat dipastikan praktek politik akan bersih dan akan menghasilkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.

Demikian salah satu inti materi yang disampaikan oleh beliau pada acara Talkshow "Millenial NamPOL" alias Millenial Ngobrol dan Paham Politik yang diselenggarakan di Hotel SMKN 3 Manokwari, 7 Maret 2019. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka reses anggota dewan sekaligus untuk meningkatkan pemahaman para pelajar dan mahasiswa tentang pentingnya peran mereka pada PEMILU nanti. Sejumlah 40 peserta hadir pada pertemuan ini dari beberapa organisasi pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Manokwari. 

Lebih lanjut Imam Muslih, S.Hut menjelaskan pentingnya budaya politik partisipatif pada pelaksanaan pesta demokrasi bulan depan. Yaitu budaya politik yang terlihat dari keaktifan para pemilih dan mereka paham apa yang akan dipilih. Para millennial perlu dipahamkan agar mereka mengadopsi budaya politik partisipatif. Tidak menjadi parokhial yang cuek pada lingkungannya dan tidak aktif memilih.

Oleh karenanya sangat penting untuk memilih calon anggota legislatif dari partai yang relatif bersih dari praktek korupsi dan memiliki gagasan politik visioner untuk pembangunan lima tahun ke depannya.

Imam Muslih sendiri menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah resesnya yang terakhir selaku anggota DPRD Kabupaten Manokwari. Karena pada PEMILU periode ini ia akan bertarung sebagai calon anggota dewan DPRD Provinsi Papua Barat untuk Daerah Pemilihan Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

"Pada pemilihan legislatif kali ini insha Allah saya diamanahkan pada Dapil yang baru. Tantangannya luar biasa saat saya melakukan kampanye ke daerah-daerah terpencil dengan hambatan transportasi. Seperti daerah Raja Ampat yang merupakan kepulauan. Alhamdulillah pekan lalu saya berkunjung ke Pulau Misool bersilaturahmi dengan beberapa warga dari kampung muslim. Respon mereka sangat positif dan saya yakin dapat mewujudkan budaya politik partisipatif di sana" jelas Imam Muslih saat menutup acara. (feb)  
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.