Artikel Terbaru :

11 Sep 2014

Investasi Kebaikan Berbuah Kursi Legislatif

Tidak ada yang pernah menduga bila Muhammad Tiakoly dapat menjadi anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Teluk Bintuni. Selain tidak memiliki modal uang yang cukup, ia sendiri buta tentang aktivitas politik. Tapi rupanya Allah berkehendak lain, kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan di masa silam rupanya memuluskan jalannya menjadi anggota dewan.

Muhammad Tiakoly
Muhammad Tiakoly (Mad) lahir di Manipa, Seram Barat, Maluku pada tanggal 30 Oktober 1976. Selepas lulus SMA tahun 1996 ia merantau ke Teluk Bintuni, Papua Barat. Setelah setahun bekerja serabutan, pada tahun 1997 ia bekerja di perusahaan besar yang bergerak di bidang perambahan hutan di Distrik Sumuri. Pekerjaannya saat itu adalah menangani transportasi kayu dan karyawan dengan menggunakan kapal cepat (speed).
“Tugas saya saat itu adalah supir speed, jadi setiap hari saya menyeberangkan logistik dan karyawan dari kota Bintuni ke Distrik Sumuri. Kondisi geografis di sana sangatlah sulit karena berupa teluk yang memisahkan dua daratan. Apabila melalui darat kita harus memutar dan memakan waktu enam jam, bila dengan speed hanya butuh waktu tiga jam,” terangnya.
Ayah berputri dua ini kemudian bercerita bahwa sebenarnya ia tidak berangan-angan menjadi anggota dewan.Namun karena aspirasi dari masyarakat ia memberanikan diri untuk terjun menjadi calon legislatif. Saat itu ia belum memiliki kendaraan politik tapi kemudian memilih bergabung ke PKS yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung menjadi caleg. Kebetulan juga ia kenal dengan pengurus DPD PKS Kabupaten Teluk Bintuni sehingga ia merasa cocok dan nyaman berjuang dengan PKS.
“Terus terang saja saya tidak memiliki uang saat mendaftar menjadi caleg. Sementara saya perhatikan partai-partai besar sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan modal sangat banyak untuk kampanye dan amunisi di kampung-kampung,” ujarnya. Namun ia tidak patah semangat, tanpa memiliki tim sukses ia bergerilya dari rumah ke rumah melakukan silaturahmi sekaligus memperkenalkan dirinya.
Alhamdulillah hasilnya sangat signifikan. Untuk Dapil 2 Muhammad Tiakoly menduduki peringkat ke-tiga suara terbanyak. Namun untuk tingkat Distrik Sumuri, ia menang telak dengan 702 suara unggul jauh dari saingannya dari partai besar yang hanya meraup 400 suara.
Saat ditanya apa kunci kesuksesan sehingga ia bisa terpilih, ternyata jawabannya sederhana: “kebaikan”. Saat menjadi supir speed ia sering menolong penumpang yang dari masyarakat biasa yang tidak memiliki uang untuk menyeberang. Kebanyakan dari masyakarat ini adalah orang Papua Asli dan transmigran dari Jawa. “Kondisi ekonomi di Distrik Sumuri sangatlah sulit karena banyak orang tidak mampu. Sejak saya pegang speed tahun 1997-2010 (13 tahun) saya sering memberikan tumpangan gratis ke masyarakat. Meski terkadang saya dimarahi oleh atasan atau ditegur teman sendiri,” ujarnya sambil tertawa. Tak jarang ia merogoh koceknya sendiri untuk membeli solar agar bisa membantu masyarakat miskin itu menyeberang. Rupanya “kebaikan” yang ia tebar membuahkan hasil positif,ia meraup jumlah suara yang banyak di kampung-kampung transmigran. Selain itu 200 suara ia peroleh dari tiga kampung masyarakat Papua Asli.

Salah satu faktor keberhasilan lainnya adalah ia dikenal sebagai tokoh yang amanah dan tangguh. Saat perusahaannya gulung tikar di tahun 2010 puluhan karyawan, termasuk dia, terkena PHK namun dibekali dengan pesangon yang tidak layak. Merasa diperlakukan tidak adil ia berinisiatif menggugat masalah ini ke ranah hukum dan ternyata gugatannya di menangkan oleh Pengadilan Negeri di tahun 2012. Sehingga seluruh karyawan yang di-PHK memperoleh haknya. Ia sendiri sejak tahun 2010 hingga sekarang membuka usaha pengolahan kayu bekerjasama dengan teman-temannya.


Muhammad Tiakoly bersama Aleg PKS se-Papua Barat (ke-empat dari kanan)

Saat ditanya apa yang akan ia lakukan kelak saat menjadi anggota legislatif Muhammad Tiakoly menjawab bahwa ia perlu belajar banyak. “Saya tidak pernah bermimpi menjadi anggota dewan dan saya ini orang kampung. Jadi bagaimanapun juga saya perlu belajar banyak dari PKS dan berupaya sekuat tenaga agar masyarakat di Teluk Bintuni tercapai keadilan dan kesejahteraannya,” tambahnya. (Feb)
 
© Copyright PKS Papua Barat 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.